Kepopuleran Daihatsu Taft di Tanah Air sudah dimulai sejak era Taft Kebo dan terus berlanjut hingga empat generasi.
Taft pertama kali dalam sejarah diluncurkan pada 1976 saat meluncurkan Taft F10 bermesin bensin 4 silinder 958 cc.
Untuk versi awal ini dijuluki sebagai Taft Kancil karena ukurannya yang mungil namun mesinnya bandel.
Generasi kedua adalah pada 1979 dengan kode sasis F50. Taft F50 muncul sebagai sosok SUV dua pintu 4×4 tangguh, bahkan hingga dijuluki Taft Kebo.
Tapi, julukan tadi muncul bukan cuma karena ketangguhannya seperti kerbau,
namun karena hadirnya logo bergambar kepala kerbau di pintu belakang Daihatsu Taft F50.
Mobil ini naik pamor karena memakai diesel berkode DG (4 silinder 2.530 cc) dengan transmisi 4 percepatan.
Kemudia setelah sukses denga taft F50 generasi ketiga adalah Taft F10 Taft F70 ini tetap memiliki kemampuan off road yang tangguh karena berpenggerak 4WD dengan 2 gardan solid depan-belakang.
Kemudia setelah sukses denga taft F50 generasi ketiga adalah Taft F10 Taft F70 ini tetap memiliki kemampuan off road yang tangguh karena berpenggerak 4WD dengan 2 gardan solid depan-belakang.
Daihatsu berani mengklaim Taft GT ini nyaman setara sedan.
Perlu kalian tahu, kaki-kaki Taft GT masih mempertahankan per daun (leafspring) yang dibantu oleh shock absorber baik di depan maupun belakang.
Munculnya Daihatsu Taft Rocky sebagai generasi ke empat Secara dimensi, Daihatsu Rocky wheelbase-nya juga lebih panjang dibandingkan Taft GT.
Perbedaan fisik lainnya yaitu Taft Rocky memakai atap removable yang terbuat dari resin warna putih.
Sumber tenaga Taft F70 dan F75 ini berasal dari mesin DL41 2.765 cc indirect injection.
Tenaga maksimumnya hanya 72 hp pada 3.600 rpm dan torsi maksimumnya 170 Nm pada 2.200 rpm.
Mesin ini dikenal bandel dan perawatannya gampang karena masih menggunakan timing gear sebagai penggerak katupnya dengan pompa injeksi masih menganut model in-line.
Pada 1988 Daihatsu memberikan update cukup signifikan, antara lain mengganti mesin DL41 dengan Diesel DL42.
Kapasitasnya masih sama namun teknologinya yang berubah total.
Mesin ini sudah menggunakan timing belt sebagai penggerak katup, selain itu pompa solar juga berubah menggunakan injeksi rotari.
Sumber : pikiran-rakyat